Tapping seorang penjual gelas antik
3 March 2008 03:45
Disuatu pagi yang cerah, disebuah pojokan agen biro jasa perpanjangan STNK, saya menunggu kehadiran petugas biro jasa yang sampai pukul 8.25 wib belum juga datang. Sudah 30 menit saya menunggu, nampak disudut bangku panjang tempat saya duduk, seorang penjual gelas antik dengan baju yang rada lusuh dan ditemani sebatang rokok filter duduk asyik melepas lelah dengan mata kosong menyusuri jalan yang semakin memadat.
“Pagi Pak, bagus sekali gelasnya” sapa saya membuka percakapan. Iya mas terima kasih, “sedang nunggu apa” tanyanya sambil membuang asap racun rokok itu. “Nunggu petugas biro jasa nih Pak, kalau boleh tahu penghasilan bapak sehari berapa?”, “iya tempo2 Rp 50 rebu dan lagi sepi 20 rebu”, “Lalu biaya rokoknya berapa pak sehari?” tanya saya penasaran “sehari tiga bungkus, kalo diduitin sih bisa 15 rebu lebih”. Jawabnya dengan muka penuh prihatin.
"Pak jadi 50 % keuntungan bapak dengan berjalan mengelilingi jalan yang panas dan berdebu, hanya habis dipakai untuk 3 bungkus asap racun?." Tanyaku penuh heran. "Iya habis gimana lagi pak suseh ngeberhentiinnya. " jawabnya sambil menarik napas dalam-dalam seolah ada ganjalan yang hebat di hatinya.
"Pak mau saya tolong membebaskan bapak dari cengkeraman asap racun itu!" sambil memegang pundak yang agak gosong kena terik matahari. "Mau pak tapi jangan bayar ya pak, karena saya tidak akan mampu" mohonnya. "Baiklah pak, tidak ada sesenpun yang harus bapak keluarkan yang perlu bapak bayar hanyalah dengan keikhlasan, kepasrahan dan percaya ke saya".
"Hanya itu saja pak ?, iye saye mau, lalu caranye gimane?" tanyanya penasaran. "Saya akan menapping bapak untuk membebaskan belenggu asap keparat itu pak", "Tapping, kage ngerti maksudnya ape ye..." tanyanya penasaran. "Sudah lah bapak boleh ikuti saja kalimat saya ini Sambil mengusap-ngusap source spot bapak penjual gelas anti mengikuti saya dengan khusu\', matanya terpejam rapat.
Sementara asap rokok masih menyala membelai-belai mukanya seolah tidak rela dan menyadari tuannya untuk tidak ikhlas. Setelah tiga putaran, satu untuk menghilangkan keinginan merokok dan dua putaran lagi untuk mengilangkan kebiasaan yang mendorong untuk merokok, diwaktu habis makan dan sedang kebelakang.
"Selesai pak sekarang coba hisap lagi tuh rokoknya", "jadi saya boleh rokok lagi.....", lalu beberapa detik kemudian si bapak tadi batuk-batuk dan dadanya terasa sesak berat dan ingin muntah. "Pak, kenapa rokok ini menjadi kage enak ye, rasenye antah dan enek banget, kalau gini saya berhenti saje deh, habis eneg banget". "Nah mulai sekarang bapak tabung saja uang rokoknya, sehari 15.000, sebulan 450.000 setahun sudah berapa kan lumayan buat sekolahin anak bapak" kataku.
"Iya deh pak terima kasih telah sudi menolong saye orang miskin." "Tidak pak, semua orang sama di depan Allah yang paling mulia adalah orang yang taqwa dan berguna bagi sesama."
Akhirnya bapak penjual gelas antik berlalu sambil mendorong barang dagangan menyusuri jalan yang panas dan berdebu menjemput rejekinya yang halal. Selamat jalan pak semoga mendapatkan rejekinya yang halal dan banyak.
Muhammad Iman, Alumni Pelatihan SEFT Angkatan XIV |